Cara Orang Tua Mengusir Pacar si Anak

Pernah diusir sama ortu pacar ? Mang enak !!… :p… hahaha

 Mo cewek mo cowok, mungkin pernah mengalami diusir sama orang tua sang pacar. Berikut kejadian-kejadian pengusiran pacar si anak oleh orang tua yang kadang lucu, biasa-biasa aja atau malah menyebalkan dan bikin sakit hati.  

 

Alasan Mengusir

 Bukan tanpa sebab orang tua mengusir pacar sang anak, ada baiknya kita coba mengerti dulu alasan mereka, bisa jadi karena hal-hal berikut :

Udah kemaleman

Kalo ngapel sadar wantu dooonk, udah jam 12 malem moso masi mo ngegombal ajah…

Ngabisin banyak makanan

Laper apa doyaaann… ditawarin makanan diabisin semua, cemilan ludes, kerupuk tinggal kalengnya doang.

Emang ngga suka

Coba cari tau alesan kenapa ortunya ga suka sama kita. Barangkali kelakuan kita ada yang kurang berkenan di hati mereka, maka upayakan untuk memperbaiki sikap, dan bicara kita. Kalo karena kita kere, maka bekerjalah lebih keras lagi. Tapi kalo karena tampang yang pas-pasan, ya mo gimana… masa mo operasi plastik… sabar aja deh J

 

Cara Mengusir

 Macem-macem cara mengusir orang tua, baik yang secara halus maupun kasar, secara terang-terangan ataupun sindiran :

Menegur langsung

”Mas/mbak, udah malem, besok lagi kesini boleh… ” dengan senyum, naah yang begini kan enak didengernya…

Berdehem

”ehemmm… ehmmm… ” berdehem dengan keras dari dalam rumah. Cara ini biasanya dipakai oleh orang tua jaman dulu ni, atau yang masih punya pemikiran kolot, dan yang melakukan ini adalah Bapaknya.

Tutupin Jendela Rumah

Biar sadar kalau ”warungnya” dah mo ditutup.

Disiram Pake air

Ee beneran lho, tetangga saya ada yang orang tuanya rada kejam. Alesannya si mo siram jalanan atau pager depan, tapi padahal maksudnya nyindir dan dengan sengaja biar nyipratin si pacar anaknya… tegaaa benerr

 

 

 

 

 

 

 

Hari Kartini dan Baju Daerah

cb053179de7f0ff3a7e6c718e0b28924_portret_van_raden_ajeng_kartini_tmnr_100187761

 

 

 

 

 

Makna hari Kartini, jika kita tengok sejarahnya, Hari lahir Kartini merupakan momentum, sekaligus inspirasi bagi perjuangan wanita yang menuntut kesetaraan baik terhadap sesama kaumnya diantara penjuru bumi, maupun terhadap kaum laki-laki. Dengan usianya yang begitu muda, dan kehidupan yang jauh dari modernisasi, Kartini sanggup ”menggebrak” dunia dengan pemikirannya serta keberaniannya. Berkat Kartini, wanita menjadi lebih tau akan arti dirinya bagi diri sendiri maupun untuk orang lain. Bahwa wanita juga memiliki kewajiban sekaligus hak yang sama.  

 

Mengenai perayaan hari Kartini yang salah satunya dirayakan dengan memakai baju adat, Merupakan cerminan dari semangat beliau. Sebagai perempuan pribumi yang masih kental akan adat istiadat dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam gaya berpakaian sehari-hari yang selalu mengenakan kebaya dan kain jarik. Suara hati Kartini bisa terdengar hingga ke penjuru Nasional bahkan Internasional. Dan telah sanggup merubah sekaligus memberikan solusi bagi perempuan yang pada masa itu terkukung oleh situasi pemerintahan maupun adat istiadat. Nah, semangat dan keberanian itulah yang patut kita tiru, tak lekang berjalannya waktu. Bahwa kita patut berbangga, menjunjung tinggi dan tidak perlu malu terhadap adat istiadat tempat kita dilahirkan, dan secara luas sebagai bangsa yang berbudaya.

————–

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba BloggerKartinian2012 untuk blog idana

Wajibkah Wanita Bisa Masak ?

ba8d378c178c0f6efd932d3db1a09818_mrs_claus_cooking_clipart_image1

Pada hakikatnya tidak ada hukum tertulis secara turun temurun yang menyebutkan bahwa wanita wajib bisa memasak. Namun dengan kondisi dan peran penting yang dimiliki seorang wanita baik sebagai pribadi seutuhnya, sebagai ibu dan sebagai istri, mengharuskan wanita untuk bisa memasak.

 

Memasak, enak atau tidaknya hasil masakan tersebut bisa jadi nomer ke sekian. Tetapi kesadaran dari wanita terhadap perannya, untuk bisa menyehatkan diri sendiri dan keluarga melalui masakan, adalah hal yang sangat penting, dan itu hanya bisa didapat dengan mengolah sendiri hidangannya.

 

Jadi, saya setuju kalau wanita harus bisa masak…. J yuuu’ masaaak

————-

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba BloggerKartinian MasukDapur

Tahun Baru, Momentum Evaluasi Diri

new_years_resolutions

It’s just a mater of time, just a change of numbers. Or is it?…

 

Sebagian mungkin menganggap tahun baru biasa saja, tidak ada yang special, atau perlu dianggap special. Tapi bagi yang lain mungkin pergantian tahun baru adalah sesuatu banget –kalo kata Syahrini–. Bisa jadi sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan, sesuatu yang berarti liburan, value moment bersama keluarga atau yang tak kalah penting, end year sale… (hehehe).

 Yang menganggap tahun baru tidak spesial, ok lah bobo saja pas pergantian tahun J :P . Tapi bagi kaum yang berpikir, mungkin akan memanfaatkan momen pergantian tahun ini sebagai momen untuk melakukan evaluasi diri. Menyusun dan mengumpulkan poin-poin resolusi di tahun ini dan berikutnya, menggolongkan apa yang sudah, belum atau gagal tercapai di tahun ini, kebaikan dan keburukan yang sudah maupun yang akan kita lakukan, serta menyusun strategi kesuksesan di tahun mendatang.

 Memang si, evaluasi diri sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, dan pengukuran kesuksesan juga tidak perlu menunggu waktu lama hingga pergantian tahun. Tapi, paling tidak angka ini bisa menjadi alat bantu, acuan, timeline klo kata facebook. Dan dengan waktulah kita bisa sadar, sudah selama apa kita hidup di dunia ini dan patutlah kita bersyukur atas apa-apa yang telah dikaruniakan olehNYA.

 Saya rasa belum terlambat, so marilah kita merenung (karena saya belum merenung), membuat list resolusi. marilah bersyukur, muhasabah, membuat komitmen baru pada diri sendiri, menelaah kembali sudah sejauh mana pencapaian kita dan sebesar apa manfaat diri kita bagi orang lain.

 

Time is ticking out, and it does matter…

 Happy New Year 2012 Blogger,

Semoga tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya J

 

 

Selamat Hari Ibu

 

 mothers-day-ecard-hearts-poem-teddy-bear 

 

 

Pengen bisa kaya ibuku, sederhana dan kuat. Ibu yang dilahirkan dari keluarga yang sederhana, dan penghasilan ayahku yang juga biasa-biasa saja, ibu selalu bergaya hidup sederhana. Tapi dengan kehebatan Ibu mengatur keuangan, bisa menyekolahkan anak-anaknya, ke jenjang yang tinggi, bisa beli ini itu, tinggal di rumah yang nyaman dengan segala perabotnya, tak tahu padahal hasil hutangan, bayarnya nyicil. 

 

Dari Ibu aku belajar hemat. Bahwa sesuatu tidak selalu berlangsung lama, sekarang banyak uang besok tak ada uang, sekarang banyak makanan besok kelaparan. Tidak boleh begitu, harus ingat hari esok, harus ingat sodara. Menabunglah, belilah yang perlu-perlu saja, berinvestasilah dan dan jangan lupa sedekah.

 

Dari Ibu aku belajar berbagi. Berbagilah makanan, ke teman-teman, ke tetangga, bocah-bocah, maka kau tidak akan kelaparan. Makanya, Alhamdulillah, di rumah kami seringkali banyak makanan, makanan besar maupun sekedar lanting atau rengginang, dari si A si B, Ibu A ibu B.

 

Dari Ibu aku belajar mengurus rumah tangga. Sejak kecil Ibu mengajarkanku membuat kueh, kue lebaran, kue bolu kukus, bolu pisang, makanya sampe sekarang aku suka bikin kue. Ilmu menjahit dan merajutpun diturunkannya padaku, dan aku senang melakukannya. Aku juga diajarkan memasak, ngulek bumbu, siangin sayuran. Disuru nyapu, ngepel, nyetrika, capheee… tapi sekarang terasa sekali manfaatnya.

 

Dari Ibu aku belajar mengurus suami. Menyiapkan pakaiannya, kaos kaki, baju kerja. Memperhatikan makanannya, badannya. Darinya juga aku belajar mengurus anak, dari bayi sampai gede, karena pada waktu aku SD kelas 6 aku masih punya adik bayi, dan Ibu mempercayakan aku untuk membantu mengurus adik bungsuku. Memperhatikan gerak-geriknya, mengganti popok dan pakaiannya, asupan gizinya, perkembangan kepintarannya dan kesehatan serta kenyamanannya.

 

Ibuku kuat, semuanya diurus sendiri, tanpa mau ada pembantu. Ibuku bukan wanita karir yang banyak duit, kinclong dengan barang2 yang bermerk. Tapi kami semua bahagia karena beliau selalu ada saat kami butuhkan, selalu hadir sebelum kami panggil, selalu menawarkan dan memberikan bantuan sebelum kami minta. Aku bangga dengan Ibuku, wanita yang patut dicontoh, yang rela mengorbankan apa saja untuk suami dan anak-anaknya. Ibuku inspirasiku…

 

Ibu… I Love you

 

Selamat Hari Ibu J

 

 

 

 

Apa Alasanmu Menulis

Kemarin habis membaca bukunya Andrias Harefa yang berjudul “Happy Writing”, saya beli di bazaar kantor cuma seharga Rp. 5000… aaah terlalu murah untuk buku yang bagus dan inspiratif sekali bagi penulis, yang sedang belajar menulis ataupun siapa saja yang ingin menjadi penulis.

Pada bab ke-11 yang berjudul ‘Dua Belas Alasan’ dibahas tentang apa saja alasanmu menulis yang terdiri dari 12 point yang sangat penting untuk tetap focus dan konsisten dalam menulis.

Membaca bab ini, saya jadi tergelitik dan termenung, kemudian bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya selama ini tujuan saya menulis ya, apa cuma menjalankan hobi, apa benar-benar ingin menjadi penulis atau cuma sekedar sarana curhat dan berbagi informasi saja.

Dan… setelah saya telaah kembali, mengumpulkan poin-poin alasan dan tujuan saya menulis yang selama ini ternyata saya sendiri tidak menyadarinya, terpendam dan tak terungkap. Berikut alasan dan tujuan saya punya :

1. Sebagai sarana ekspresi, aktualisasi dan eksistensi diri ;)
2. Berbagi informasi dan pengalaman

3. Menambah wawasan. Karena dengan menulis subject tertentu terkadang kita mau tidak mau dituntut untuk mengetahui informasi, data dan referensi.

4. Menajamkan intelegensi. Biarpun menulis asal-asalan tanpa memperhatikan kaidah bahasa, ketika ide mengalir, pasti ada waktu sekian detik atau menit dimana kedua saraf sensorik dan motorik kita bekerja begitu cepat, otak dan jemari berpacu menuangkan ide. Disaat itulah kita akan merasa bahwa pikiran ini begitu segar, mata awas, kepekaan tinggi. Syaraf otak berkembang membuat cabang.

5. Sebagai arsip pengalaman, ide dan perjalanan hidup.

6. Melatih kontrol emosi. Jika sedang bersedih atau takut, menulislah, niscaya kesedihanmu akan berkurang, hati dan pikiran menjadi lebih tenang.

7. Supaya ada kenangan. Dalam hal diri ini mengalami sesuatu kemudian ditulis, maka akan bisa menjadi kenangan dimasa yang akan datang. Selain agar diri ini juga bisa dikenang oleh anak cucu yang mungkin belum sempat bertemu kita namun tetap bisa mengenal kita walaupun hanya melalui tulisan.

Anda mungkin punya alasan maupun tujuan anda masing-masing, apapun itu pastilah sangat bermanfaat bagi (minimal) diri anda sendiri maupun orang lain.

Satu paragraf akhir dalam buku tersebut yang kata-katanya begitu menohok namun motivatif bagi yang punya banyak alasan untuk tidak menulis padahal ingin sekali menulis.

”Nah, kalau ada begitu banyak alasan untuk menulis namun Anda tetap tidak juga menulis, maka tinggal satu kata untuk itu : KETERLALUAN!!” (Andrias Harefa)

Tips ‘Nongkrong’ di Perpustakaan

perpus2

Lama tak mengunjungi perpus, serasa ada rindu yang menyerayap dalam diri… *saaaahhh. Bukannya sok kutu buku, tapi saya memang suka sekali nongrong di Perpus, tujuan utama memang biasanya mencari referensi tugas sekolah/kuliah, tapi killing time ketika harus menunggu sesuatu juga menjadi pilihan utama saya untuk bertapa di tempat ’ajaib’ ini.

Kenapa ajaib, karena

”Books make great gifts coz they have whole world inside. & it is much cheaper to buy somebody a book than it is to buy them the whole wolrd!” –Neil Gaiman-

And I fully agree with him, Perustakaan adalah ruangan yang paling banyak menyimpan manfaat. Disanalah terdapat banyak pintu-pintu ’ajaib’ yang membuat kita serasa keliling dunia. Dunia apa saja bisa kita temukan disana, mulai dari dunia science, agama, financial, sosial, fashion, sampai dunia percintaan. Meski mungkin, bagi sebagian orang perpustakaan adalah ruangan yang membosankan, sunyi, senyap, bau debu bahkan serem –Dan meski kadang benar serem si–, tapi aku tak peduli, lebih baik aku berkonsentrasi pada apa yang aku baca dan aku tulis. :)
Dan saya ada sedikit tips, supaya tetep betah berlama-lama di perpustakaan.

1. Daftarlah atau isilah buku tamu, dan bayarlah jika memang anda sebagai pihak yang diharuskan membayar. Kenakan ID khusus yang diberikan oleh pihak perpustakaan selama anda di dalam perpustakaan. Titipkan tas, gembolan, payung atau kantong kresek anda.

2. Agar cepat dan efektif, langsunglah menuju komputer atau buku katalog untuk melihat ketersediaan buku maupun referensi yang anda inginkan.

3. Gunakan kata kunci dari judul referensi yang anda inginkan, atau cantumkan pencarian berdasarkan nama pengarang. Pastikan anda sudah mengetahui referensi subject apa yang anda butuhkan.

4. Pilihlah posisi yang paling nyaman, yang paling pas pencahayaan, jangan menghadap ke tempat yang silau karena bisa mengurangi konsentrasi anda, dan jangan juga duduk di tempat yang gelap, karena nanti mata anda sakit. Duduklah pula di tempat yang tidak berhadap atau langsung dibawah AC, supaya tidak masuk angin.

5. Kalau anda ingin menggunakan laptop, carilah tempat duduk yang dekat dengan stop kontak, untuk menghindari habisnya batery laptop anda. Manfaatkan Wifi gratis kalau ada, mintalah address berikut passwordnya pada petugas perpustakaan.

6. Jika anda sendiri dan ingin belajar menjelang ujian, pilihlah meja yang sendiri-sendiri dan berbilik (kalau ada), hindari duduk di meja besar dengan banyak kursi & orang yang tidak dikenal, karena bisa mengganggu konsentrasi anda, apalagi kalau ada cewek cakep or cowok ganteng ;).

7. Apabila anda berdua atau berkelompok, janganlah berdiskusi sampai berisik menganggu pengunjung lain, bisa-bisa anda dilemparin pulpen sama Rangga. :p.

8. Letakan buku, majalah atau referensi di meja anda atau meja khusus untuk menaruh buku bacaan setelah dibaca. Taruh atau tumpuk yang rapih, biasakan, jangan berantakan serasa di rumah anda sendiri :p.

9. Kalau anda ingin meminjam referensi untuk dibawa pulang, daftarkanlah dulu, jangan dikentit :p, dan kembalikanlah tepat waktu untuk menghindari bayar denda.

10. Jangan lupa kembalikan ID khusus dan ambil kembali tas, gembolan, payung atau kantong kresek anda di tempat pendaftaran & penitipan.

Happy Reading Everybody :) :)

People, Us…

People come people go
People crying people smiling
People fall in love and broken heart

People confused when have to choose
People kind when they are fine
People neglect and no respect

People childish, act like a kids
People lying and acting
People believe when they achieved

People dreaming and hoping
People praying and bagging
People struggling not for nothing

That’s People, Us, somehow….

Pink Ribbon - October Breast Cancer Awareness month

pink_ribbon11

October might pass… But hope will never last…

Many women in this world died of breast cancer. My best friend, my mother in law, another special woman I love that I’ve never met. They had been struggling for their life, they had a spirit to keep seeing this world. But life wasn’t said so.

And for us, who still can see the rainbow, let’s carry their hope. Spread our spirit to prevent it, raise awareness and support the survivor. Together, we can help improve all our chances to fall victim to breast cancer. :)

- Menyusui -

A very special moment
Berjuta makna pada tatapannya
Menenangkan, meneduhkan
Romantisme Ibu dan anak

Perasaan itu yang aku rasalan ketika mulai menyusui. Kebahagiaan tak terhingga. Baru sekarang aku merasakan mukjizat dari ciptaaNYA ini. Aku yakin, memang tak mungkin Ia menciptakan sesuatu tanpa ada manfaatnya.

Tak peduli puting lecet, perih. Sakit seperti tertusuk jarum yang mengalir ke seluruh tubuh, dari tulang rusuk, ke kepala, hingga ke rahim. Begitu melihatnya tersenyum dan tertidur kenyang. Aaahh…. Rasanya terbayarkan lebih dari kesakitan itu.